Lampung Selatan, Lensanewstv – Seorang warga Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, bernama Hermansyah mengaku menjadi korban dugaan penipuan setelah dijanjikan sebuah mobil oleh seseorang bernama Maryanta alias Riyan. Dugaan penipuan tersebut bermula ketika Hermansyah diiming-imingi akan mendapatkan satu unit mobil jenis APV apabila uang muka (DP) telah dibayarkan.
Kepada media ini, Hermansyah menyampaikan bahwa dirinya telah mengirimkan uang sebesar Rp5 juta kepada Maryanta sebagai DP mobil tersebut. Namun hingga kini mobil yang dijanjikan tak kunjung ada.
“Saya merasa ditipu oleh Riyan karena dia bilang kalau DP sudah masuk mobil itu ada. Tapi setelah saya kirim Rp5 juta untuk DP, sampai sekarang mobilnya tidak ada,” ujar Hermansyah.
Ia menjelaskan, uang tersebut dikirimkan secara bertahap ke rekening BCA atas nama Maryanta. Pengiriman pertama sebesar Rp3 juta dilakukan pada 12 November 2025, kemudian disusul pengiriman berikutnya pada 13 dan 14 November 2025 hingga total mencapai Rp5 juta.
Permasalahan ini sebelumnya juga sempat dimediasi oleh pihak Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, tepatnya oleh Sekretaris Daerah DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung serta Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Lampung Selatan. Namun menurut Hermansyah, mediasi tersebut belum membuahkan hasil yang jelas.
“Sudah dilaporkan ke Sekda dan Ketua DPC, sempat dimediasi juga. Tapi sampai sekarang hanya janji-janji saja,” tambahnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media, Maryanta alias Riyan memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa persoalan tersebut muncul setelah dirinya dijadikan status WhatsApp oleh Hermansyah dengan tuduhan penipuan serta membawa-bawa nama organisasi.
“Saya sudah bilang, masalah ini tidak akan kusut kalau saya tidak dijadikan status WhatsApp dengan menampilkan muka saya dan membawa-bawa nama organisasi,” ujar Maryanta saat dikonfirmasi pada Sabtu (7/3/2026).
Maryanta juga mempertanyakan kejelasan transaksi mobil yang dimaksud, termasuk terkait legalitas kendaraan serta kesesuaian harga dengan kondisi mobil tersebut.
Ia menegaskan siap mengembalikan uang yang telah diterimanya, namun meminta agar persoalan tersebut tidak disebarluaskan melalui media sosial.
“Saya siap mengembalikan uang itu, tapi jangan memviralkan saya atau menantang-nantang saya. Kalau memang saya salah silakan laporkan saja,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, persoalan antara kedua belah pihak masih belum menemukan titik penyelesaian.(Red)



Social Header