Palangka Raya, Lensanewstv – Apri Wilianto selaku Ketua Bidang Hubungan Pemerintah dan Antar Lembaga Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) tidak dapat hadir secara langsung dalam pertemuan krusial dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga diwakili oleh Hendra Leo anggota dari komponen Hubungan Pemerintah. Hendra Leo secara resmi menandatangani nota kesepahaman untuk mempercepat Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di 50 ribu hektare lahan petani plasma Kalimantan Tengah.
Meskipun Apri Wilianto tidak bisa turun langsung, Hendra Leo yang mewakili bidang Hubungan Pemerintah GAPKI menegaskan komitmen penuh organisasi dalam mensinergikan aspirasi industri sawit dengan program pemerintah daerah Kalimantan Tengah. Kerja sama ini mencakup bantuan teknis peremajaan lahan, pelatihan bagi 50 ribu petani lokal di Palangka Raya dan sekitarnya, serta advokasi regulasi ekspor CPO berkelanjutan. "Sebagai wakil Apri Wilianto, saya pastikan GAPKI tetap menjadi mitra strategis pemerintah untuk kesejahteraan petani dan daya saing global sawit Indonesia," ujar Hendra Leo.Manfaat Jangka Panjang bagi Ekonomi Kalimantan Tengah
Melalui perwakilan Hendra Leo, GAPKI berkomitmen menyediakan pendanaan Rp 5 triliun untuk program PSR, dengan target peningkatan hasil panen 25% hingga 2027 di tengah komoditas unggulan Kalimantan Tengah. Pertemuan ini juga membahas pemberdayaan UMKM pengolah sawit serta pengawasan tata kelola lahan berkelanjutan bersama Dinas Perkebunan Kalteng. Kolaborasi tersebut mendukung swasembada minyak goreng nasional sekaligus membuka peluang investasi hilir sawit di Kalimantan Tengah.



Social Header