Metro, Lensanewstv -- Launching Ambulance Jemput Sakit Pulang Sehat Guna meningkatkan persentase Bed Occupancy Ratio (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbersari Bantul, Metro Selatan, Kota Metro, Rabu (21/01/2025).
Launching 1 unit untuk penambahan armada lama yang berjumlah 3 unit, tersebut diresmikan langsung oleh Walikota Metro, Bambang Iman Santoso, bersama dengan Direktur RSUD Sumbersari Bantul, Hasril Syahdu, didampingi oleh Kadis Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputra.
"Saya mulai bekerja di sini 6 Januari 2026, tapi saya punya program 100 hari kerja saya, meski saya bukan orang politik 100 hari saya harus saya selesaikan," kata Hasril.
Hasril ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa RSUD Sumbersari Bantul adalah rumah sakit yang berkualitas.
"Saya ingin mengubah mindset orang-orang yang lewat, sekitar kita, ooh di sini ada Rumah Sakit Sumbersari Bantul, ketika dia lewat menengok ke arah kiri atau kanan bahwa di situ ada Rumah Sakit Sumbersari Bantul, pasar depan pelan-pelan kita ubah," katanya.
Kedepan, Hasril akan mengubah Tata Ruang untuk ruang Poli, ruang UGD, dan Ruang Rawat Inap, 100 hari kerja mesti harus selesai.
Menurutnya, mengapa dia memunculkan Ambulance Jemput Sakit Pulang Sehat karena Hasril melihat kunjungan Bed Occupancy Ratio (BOR) di RSUD Sumbersari Bantul sangat minim.
"Kunjungan BOR untuk Rumah Sakit Sumbersari Bantul sangat sedikit, yaitu hanya sekitar 11,4%, saya ingin mendongkrak BOR itu, sehingga menjadi 30 sampai 40% harapan saya begitu," kata Hasril.
Hasril menyebutkan bahwa Ambulance beroperasi 24 jam tersebut menjemput seluruh pasien-pasien yang ada di puskesmas di Kota Metro.
"Yang mana masyarakat yang tidak memiliki kendaraan langsung bisa kita ambil, kita bisa masukkan ke rumah sakit Sumbersari Bantul, harapan kita jemput dalam keadaan sakit pulang dalam keadaan sehat," katanya.
Jadi, Ambulance tersebut diperuntukkan untuk masyarakat Kota Metro, bisa juga Metro Kibang, tetapi dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari perbatasan Kota Metro.
"Dengan aktifnya Ambulance ini dengan otomatis akan berpengaruh dengan kunjungan atau BOR Rumah Sakit, untuk target 30 sampai 40% BOR tersebut akan dipercepat 1 sampai 3 bulan," katanya.
Menurutnya, di tahun 2025 untuk persentase BOR-nya sangat rendah, sehingga dengan ambulance tersebut dapat mendongkrak kunjungan masyarakat di RSUD Sumbersari Bantul.
"Namun, untuk realisasi bisa berjalan kurang lebih 1-3 bulan, baru akan ada perubahan, nanti saya pantau pengaruh Ambulance Jemput Sakit Pulang Sehat untuk Rumah Sakit kita," katanya.
Sesuai arahan Walikota, jadikan Rumah Sakit ini masyarakat seperti dulu keberadaannya, jadi siapapun bisa masuk ke Rumah Sakit.
Dengan perintah Pak Wali, Hasril memunculkan, berkolaborasi dengan Kapuskes di Kota Metro.
"Bersama teman Kapuskes dan Kadis Kesehatan, kami memunculkan Pos Pelayanan Terpadu, jadi kami bergilir jika ada pasien rawat jalan yang ingin ke Rumah Sakit nanti diselesaikan di pos pelayanan terpadu, jadi ini mengakselerasi untuk peningkatan untuk kunjungan rawat jalan dan rawat inap," katanya.
Jika untuk Rumah Sakit Tipe D, menurut Hasril, hal tersebut bisa terlaksana, hanya perlu penataan kembali ruang-ruang, sesuai Permenkes 40 tahun 2021.
"Tapi kita tidak hanya berhenti di situ, maksud saya, jika kita mau akselerasi kita lihat dulu kunjungannya, jika kunjungannya meningkat maka kita bisa akselerasi dari D ke C, sesuai arahan Walikota, kita harus berpikir ke arah sana, ke arah sana kita harus memastikan kunjungan kita sudah memengaruhi target," katanya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan, no call center Ambulance sudah tertera di mobil dan media sosial Sumbersari Bantul.
"Satu unit untuk UGD, Rujuk, dan satu lagi ambulance cadangan, kita lihat frekuensinya jika pasiennya banyak kita tambah armadanya, jadi beroperasi 24 jam," katanya.
Komitmen Walikota akan mendukung Rumah Sakit Sumbersari Bantul, Walikota mendukung kita, itu point yang kita ambil, saat ini visi kita ubah yaitu "Optimalkan Pelayanan, Sejahterakan Karyawan," tutup Hasril.(Red)



Social Header