Pringsewu, Lensanewstv - Sebagai pondasi utama bagi seorang guru adalah kejujuran ,membangun kepercayaan dan mencegah kesesatan ilmu.
Untuk mencegah terjadinya kesesatan ilmu artinya kejujuran bagi seorang guru merupakan pondasi pendidikan karakter dimana seorang guru harus mencakup konsistensi antara perbuatan dan perkataan dan harus mengakui kekurangan ilmu dari pada berbohong .
Bukan hanya itu ada amanah penting bagi seorang guru bersikap adil dalam penilaian, serta jujur secara profesional dan pribadi sebagai teladan bagi siswa, membangun kepercayaan, dan mencegah kesesatan ilmu.
Tugas dan kewajiban seorang guru memang amatlah berat,karena guru dituntut untuk bisa memenuhi aspek aspek kejujuran ,integritas serta profesional
Kejujuran guru adalah "mahkota" yang membedakan pendidik yang berkualitas, karena melalui perbuatan dan ucapan jujurnyalah, siswa belajar nilai fundamental untuk membangun masyarakat yang lebih baik sebagai generasi muda dimasa yang akan datang
Tut Wuri Handayani artinya "dari belakang memberikan dorongan", sebuah semboyan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang bermakna pendidik harus memberi dukungan, motivasi, dan semangat kepada peserta didik agar berkembang secara mandiri, bukan mendikte dari depan. Semboyan lengkapnya adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madyan Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, yang berarti "di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan".
Tut Wuri Handayani: Memberikan dorongan moral dan semangat dari belakang agar anak didik maju dan berkembang.
Ing Ngarsa Sung Tuladha: Di depan, pendidik memberi contoh atau teladan yang baik.
Ing Madyan Mangun Karsa: Di tengah, pendidik membangun kemauan atau membangkitkan semangat.
Intinya, filosofi ini mengajarkan peran pendidik sebagai fasilitator yang membimbing dari belakang, memberikan kepercayaan, dan membiarkan siswa berkembang secara optimal dan mandiri.
(Red, M,,Edi )



Social Header