Teladas, Lensanewstv — Sejumlah warga Desa Teladas mengeluhkan dugaan tidak transparannya penyaluran bantuan bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. Warga mengaku tidak pernah menerima bantuan apa pun, baik berupa tunai, bibit, maupun pupuk, meski bantuan tersebut seharusnya mereka terima melalui kelompok tani resmi desa.
Salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa selama ini petani hanya mendengar adanya bantuan Gapoktan, namun tidak pernah sekalipun merasakan realisasinya.
"Kami petani di Desa Teladas tidak pernah dapat bantuan apapun. Tidak tunai, tidak bibit, tidak pupuk. Jadi bantuan itu sebenarnya turun atau tidak? Kalau turun, ke mana perginya?” ujarnya kepada media, Sabtu(29/11/2025).
Ketua Kelompok Tani dan Kepala Desa Tidak Beri Respons
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Ketua Kelompok Tani Desa Teladas, Kandar, dengan nomor 08526863xxx, tidak memberikan balasan meskipun pesan telah berstatus centang dua, tanda pesan terkirim.
Hal serupa terjadi saat media mencoba menghubungi Kepala Desa Teladas melalui nomor WhatsApp 08127916xxxx Pesan yang dikirim juga tidak dibalas, meski telah terkirim.
Kondisi ini menambah kecurigaan warga mengenai adanya dugaan penyimpangan penyaluran bantuan Gapoktan.
Warga Minta Pemerintah dan APH Turun Tangan
Warga meminta pemerintah kabupaten Tulang Bawang melalui Dinas Pertanian dan aparat penegak hukum (APH) melakukan penyelidikan terkait dugaan penyelewengan bantuan tersebut agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar bagi para petani.
"Kami minta pemerintah daerah dalam kaitannya ini Dinas Pertanian dan APH turun tangan. Kalau memang ada bantuan, kami berhak tahu dan berhak menerima. Jangan sampai ada yang bermain-main dengan hak petani," tegas warga.
Masyarakat berharap adanya pemeriksaan menyeluruh terkait bantuan Gapoktan Desa Teladas, termasuk sumber bantuan, mekanisme penyaluran, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pendistribusiannya.(Red)



Social Header