Bandar Lampung, Lensanewstv – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan depan Rumah Sakit Graha Husada menyoroti kinerja Satpol PP Kota Bandar Lampung yang dinilai tidak adil dalam melakukan penertiban.
Para pedagang mengeluhkan adanya dugaan tebang pilih dalam penegakan aturan. Mereka mengaku telah ditertibkan dan diminta menghentikan aktivitas berdagang, sementara sejumlah pedagang lain yang masih berjualan menggunakan tenda permanen maupun semi permanen disebut tetap dibiarkan beroperasi.
Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa mereka tidak menolak penertiban, namun meminta agar aturan diterapkan secara adil kepada seluruh pedagang tanpa terkecuali.
"Kami bukan menolak untuk ditertibkan, tapi yang kami minta keadilan. Kalau memang mau menertibkan, tertibkan semuanya. Jangan hanya pedagang yang memakai gerobak saja, sementara yang memakai tenda masih dibiarkan berjualan," ujarnya kepada media ini, Selasa (23/6/2026).
Menurut para pedagang, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan dan kecemburuan di kalangan PKL yang merasa menjadi sasaran penertiban, sementara pedagang lainnya tetap dapat menjalankan usaha tanpa hambatan.
Atas kondisi tersebut, para pedagang mendesak Eva Dwiana untuk turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap proses penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Bandar Lampung.
Mereka berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung dapat memastikan seluruh kebijakan penertiban dilaksanakan secara transparan, objektif, dan tidak diskriminatif sehingga tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap pedagang yang berada di lokasi yang sama.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satpol PP Kota Bandar Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para pedagang tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan.(Red)



Social Header