Lampung Selatan, Lensanewstv — Polemik di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan kian memanas. Pasca aksi protes terkait insentif, publik kini dihebohkan dengan kabar pengunduran diri massal RT dan kader desa.
Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjung Sari, Wahyudi, membenarkan bahwa sebagian insentif RT dan kader telah dicairkan, meski masih ada yang belum menerima.
“Alhamdulillah sudah dicairkan, kalau tidak salah tinggal sekitar lima orang lagi, masing-masing satu juta,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan situasi yang jauh lebih serius. Berdasarkan informasi yang dihimpun, per 1 April 2026 seluruh RT dan kader desa disebut telah mengundurkan diri secara bersamaan.
Saat dikonfirmasi, Sekdes Wahyudi mengakui kejadian tersebut dengan nada penuh tekanan.
“Jujur saya pusing bang. Kades berkali-kali saya telepon tidak diangkat, bendahara juga tidak masuk. Semua saya yang menghadapi. Kalau bukan untuk warga, saya juga tidak masuk. Siltap saya saja belum dibayar,” ungkapnya.
Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait tata kelola pemerintahan desa, terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan kepemimpinan.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Tanjung Sari, Prayitno, belum membuahkan hasil. Panggilan telepon dan pesan yang dikirim tidak mendapat respons.
Kondisi tersebut memicu desakan dari masyarakat agar Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran dan kinerja pemerintahan desa.
Warga menilai, rentetan persoalan yang terjadi bukan lagi hal sepele, melainkan indikasi adanya permasalahan serius yang harus segera ditangani secara transparan.
Jika tidak segera ditindaklanjuti, situasi ini dikhawatirkan akan semakin mengganggu pelayanan publik dan stabilitas pemerintahan di tingkat desa.(Red)



Social Header