Breaking News

Bangun Talud Di Pekon Podomoro ,Pringsewu Menjadi Bahan Pertanyaan Publik

Pringsewu,,Lensanewstv - Pembangunan talud yang semestinya membawa manfaat bagi masyarakat setempat justru di pekon Podomoro, kecamatan Pringsewu ,kabupaten Pringsewu menjadi pertanyaan publik 

Pasalnya pembangunan talud sepanjang 50 meter dengan nilai anggaran Rp 26,500,000,- anggaran Dana Desa (DD) tahap ke 2 tahun 2025 tersebut diduga kuat terlalu berlebihan karena berdasarkan berbagai keterangan yang layak dipercaya dan bidangnya dalam merealisasikan talud  mengatakan  pembangunan talud sepanjang 50 meter paling menghabiskan anggaran Rp 12,000,000,-

"Kalau bangunan talud itu hanya 50 meter masa iya sih menghabiskan anggaran Rp 26,500,000,- kalau menurut hitungan saya paling habis Rp 12 ,000,000,- itupun nilai paling tinggi " ujar salah satu tulang yang meminta dirahasiakan namanya kepada media ini saat dimintai keteranganya Minggu (04/01/2026).

Bukan hanya tukang yang mengatakan bahwa pembangunan talud sepanjang 50 meter menghabiskan anggaran Rp 26,500,000,- seharusnya seringnya diperlebar agar ketika musim hujan tidak kena banjir dan itu menurutnya anggarannya terlalu besar.

" Saya ini walaupun warga disekitar siring tapi tidak pernah di cawe cawe ,kalau  menurut saya nilai pekerjaan tersebut terlalu besar sampai menghabiskan anggaran Rp 26,500,000,- dan pembangunan siring nya juga tidak diperlebar " ungkap warga disekitar siring di pekon tersebut Minggu (04/01/2026).

Masih disampaikan warga setempat ,walaupun dirinya tidak pernah di cawe cawe kalau pembangunannya benar bagi saya tidak masalah  asalkan DD jangan sampai disalahgunakan .

"Kalau bagi saya yang penting DD tersebut jangan disalahgunakan ,bangunkan sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak ada masalah di kemudian hari" katanya.

Sementara itu kepala pekon (kakon) Podomoro H.Supriyo  saat mau dimintai keterangannya melalui ponselnya sudah beberapa hari terakhir selalu tidak aktif dan saat dikirim whatsApp juga tidak kunjung di balasnya ,diduga yang bersangkutan tidak mau menerima dan membalas whatsApp terkait berbagai persoalan di pekonnya .

(Red,  M,,Edi )

© Copyright 2022 - lensanewstv.com
LENSANEWSTV.COM PT ANAK BUWAY SAHMIN