Pringsewu,Lensanewstv - Satuan Pengamanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kutawaringin, kecamatan Adiliwih, kabupaten Pringsewu diduga kuat mengirim Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 113 paket kepada penerima manfaat Madrasah Raudlatul Atfal(RA) Muslimat Totokarto sudah basi dan akibatnya satu orang guru Person in Charge.
(PIC )MBG bernama H.Basirun,S. Pd.I (korban ) menderita keracunan setelah mencicipi lebih kurang 10 menit langsung muntah muntah di tempat.
Pasca keracunan Korban langsung langsung heboh dan korban di bawa ke puskesmas setempat yakni puskesmas Bandung Baru bersama petugas dari SPPG Kutawaringin sekitar 9,00 wib s/d 10 ,00 wib setelah mendapat penanganan dari dr . Andre korban setelah merasa enak langsung dibawa pulang.
"Memang benar tadi pagi saya sendiri yang keracunan setelah mencicipi MBG yang diterima di RA Muslimat Totokarto,karena PIC MBG nya sibuk saya wakili Bu Sirly Amrina ,S. Pd lagi ada kesibukan lain namun setelah sekitar 10 menit saya mual dan langsung muntah muntah" terang korban kepada wartawan di kediamannya Kamis (17/09/2026).
Bukan hanya korban yang menerangkan terjadinya keracunan pada wartawan yang datang ke kediamannya kepala sekolah (kepsek ) Madrasah RA Muslimat Totokarto yaitu Kusmiati ,S. Pd. I yang merupakan istri korban sempat merasa kacau ketika suaminya keracunan.
"Setelah minum air degan bapak tambah pucat dan akhirnya semua paket MBG kami larang untuk dimakan oleh anak didik kami dan untuk sementara waktu yang tidak ditentukan kami meminta SPPG Kutawaringin tidak mengirim MBG terlebih dahulu ke Madrasah RA Muslimat Totokarto,karena kami masih trauma " kata kepsek tersebut.
Lebih lanjut kepsek tersebut meminta pengawasan lebih diperketat lagi oleh pihak SPPG dan pihak Badan Gizi Nasional(BGN) untuk selalu mengawasi agar persoalan serupa tidak terjadi lagi karena makanan yang disampaikan itu untuk anak usia wajib wajib belajar karena kita tahu masa depan bangsa dan negara ada dipundak mereka,kalau pihak BGN berikan sangsi setegas tegasnya
Keterangan serupa ditegaskan PIC MBG Madrasah RA Muslimat Totokarto Sirly Amrina , S. Pd dirinya pasca terjadinya keracunan langsung rame di group WhatsApp PIC MBG agar tidak memakan paket MBG hari ini ( Kamis 17/09/2026) di kecamatan Adiliwih bahkan larangan untuk mengkonsumsi paket MBG tersebut bahkan sempat ada larangan dari pihak SPPG agar jangan sampai membuat status di hand phone terkait keracunan tersebut
"Tapi semua Penerima Manfaat dari MBG dari SPPG Kutawaringin akhirnya ditarik karena sudah heboh di group WhatsApp PIC MBG " ujarnya .
Sementara pihak penanggung jawab kepala SPPG Kutawaringin Mustopa saat ditemui di kantor SPPG setempat membenarkan kejadian adanya PIC MBG Madrasah RA Muslimat Totokarto setelah mencicipi paket MBG.
"Tadi pagi setelah kami mendapat informasi dari Bu Nuri Arhfiani bahwa di Madrasah RA Muslimat Totokarto ada PIC MBG yang keracunan kami langsung datang ke lokasi dan mengantar korban ke puskesmas Bandung Baru" jawab Mustopa saat menerima pertanyaan dari wartawan.
Lanjut Mustopa ketika ditanya apakah paket MBG sebelum dikirim kepada penerima manfaat diuji arganoleftik
uji panca indra atau uji sensori merupakan cara pengujian dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk.
Kemudian pengujinya siapa
"Saya ini baru saja tiga bulan disini kalau Yang menguji ahli gizi
Riska Amelia dan chef karena bagian saya sore hari " kata Mustopa
Adapun paket MBG dari SPPG Kutawaringin Kamis (17/09/2026) menurut keterangan Mustopa adakah Nasi,Oreg tempe ,mie vegetable ,bakso barbeque dan buah apel
Perlu diketahui SPPG Kutawaringin di kecamatan Adiliwih, kabupaten Pringsewu terkesan kurang bersih dimana halaman depan masih tanah dan mencuci ompreng mbg disamping kantor SPPG tersebut
(Red,M,Edi )

