Bogor, Lensanewstv — Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi program S2 yang belajar di Yayasan Kuliah Islam Al Ma'wa (KALAM), beralamat di Jalan Pasarean, Kampung Rawalele RT 002/RW 003, Desa Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mengaku kecewa dan mempertanyakan kepastian pelaksanaan wisuda mereka.
Keluhan tersebut mencuat setelah mahasiswa mengaku mendapatkan janji pelaksanaan wisuda yang terus mengalami perubahan.
Menurut keterangan sejumlah mahasiswa S2 KALAM, wisuda sebelumnya dijanjikan berlangsung pada Februari 2026. Namun jadwal tersebut kemudian mundur menjadi September 2026. Ketika September tiba, mahasiswa kembali mendapat informasi bahwa wisuda kembali ditunda hingga awal 2027.
Kondisi tersebut membuat mahasiswa mempertanyakan kepastian status pendidikan mereka serta alasan di balik berulangnya perubahan jadwal wisuda.
Para mahasiswa mengaku merasa dirugikan karena selama proses administrasi, komunikasi dari pihak KALAM dinilai berbeda ketika berkaitan dengan kewajiban pembayaran.
“Kalau waktu nagih administrasi lancar komunikasinya,” tegas salah seorang mahasiswa.
Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan mahasiswa yang merasa komunikasi dengan pihak KALAM lebih mudah ketika menyangkut administrasi, sementara ketika mereka meminta kepastian mengenai wisuda, komunikasi disebut tidak sejelas yang diharapkan.
Media ini kemudian mencoba meminta klarifikasi kepada Ketua Yayasan KALAM, Muflih, melalui nomor yang biasa digunakannya. Namun hingga berita ini diturunkan, pesan dan permintaan konfirmasi media belum mendapatkan tanggapan.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada nomor admin KALAM. Namun, pihak admin juga belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.
Sikap tidak adanya tanggapan dari pihak yayasan dan admin KALAM semakin menambah kekecewaan mahasiswa yang menginginkan kepastian.
Para mahasiswa berharap pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) dapat turun tangan apabila memang terdapat persoalan administratif atau penyelenggaraan pendidikan yang perlu diperiksa.
Mereka meminta agar pihak terkait membuka secara terang status penyelenggaraan program S2, kepastian proses akademik, alasan perubahan jadwal wisuda, serta hak mahasiswa yang telah memenuhi kewajiban administrasi dan akademik.
Mahasiswa bukan sekadar membutuhkan janji jadwal wisuda. Mereka membutuhkan kepastian akademik dan penjelasan resmi dari pihak penyelenggara.
Jika memang terdapat alasan yang sah sehingga wisuda harus ditunda hingga awal 2027, mahasiswa berharap pihak KALAM menjelaskannya secara terbuka, termasuk memberikan jadwal dan kepastian tertulis agar tidak kembali muncul ketidakpastian.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Ketua Yayasan KALAM Muflih serta pihak admin KALAM untuk memberikan penjelasan kepada publik dan mahasiswa terkait persoalan tersebut.(Red)

Social Header